Senin, 25 Januari 2016

TERBITAN BERSERI

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah

                Pengolahan bahan pustaka merupakan salah satu kegiatan pokok dalam rangkaian kegiatan perpustakaan. Kegiatan pengolahan bahan pustaka memungkinkan koleksi pengolahan tertata secara sistematis dan dapat ditemukan kembali secara efektif dan efesien. Sebagai kegiatan pokok, kinerja pengolahan bahan pustaka sangat mempengaruhi keberhasilan perpustakaan dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Untuk itu kegiatan pengolahan bahan pustaka perlu dilaksanakan sebaik-baiknya secara professional dan taat asas.

            Kegiatan pengolahan bahan pustaka merupakan kegiatan intelektual yang bersifat kompleks karena berhubungan dengan intelektualitas yang terkandung dalam bahan pustaka,dalam minat, kebutuhan, serta prilaku masyarakat terhadap informasi ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam keragaman konsep dan istilah yang berkembang, serta dalam visi dan misi suatu perpustakaan. Kompleksitas tersebut memungkinkan munculnya perbedaan persepsi serta ketidaktaatasasan (inkonsistensi) dalam pelakasanaan tugas ,yang selanjutnya memunculkan kondisi ketidak pastian dalam pelaksanaan tugas dan pada akhirnya mempengaruhi mutu kinerja pengolahan bahan pustaka.[1]
Katalog yang sering kita dengar sehari-hari merupakan kata/istilah yang berasal dari bahasa latin “catalogus” yang berarti daftar barang atau benda yang disusun untuk tujuan tertentu. Sedangkan katalog berdasarkan ilmu perpustakaan berarti daftar berbagai jenis koleksi perpustakaan yang disusun menurut sistem tertentu.
Jadi dalam katalog perpustakaan terdaftar semua bahan perpustakaan (buku, majalah, kaset, CD, dan lain lain) yang ada di rak koleksi. Dengan cara melengkapi data-data cantuman bibliografis sesuai dengan sistem yang telah ditentukan pada katalog untuk semua jenis bahan perpustakaan yang dimiliki perpustakaan, diharapkan para pemustaka maupun pustakawan dapat menemukan kembali bahan perpustakaan yang diperlukan dengan cepat dan tepat.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan Terbitan Berseri ?
2.      Apa yang dimaksud dengan Pengatalogan Terbitan Berseri ?
3.      Apa yang dimaksud dengan Deskripsi Bibliografi Terbitan Berseri ?


BAB II
PEMBAHASAN
A.     Terbitan Berseri
Terbitan berseri adalah suatu publikasi yang direncanakan untuk diterbitkan secara terus  menerus dengan jangka waktu terbit yang tidak tertentu. Dalam bahasa inggris disebut “serial”. Menurut  ALA Glossary of Library and Information Science adalah “ A publication in any medium issued in successive parts bearing numerical or chronological designations and intended to be continued indefinitely.
Serial atau terbitan berseri mencakup
1.       Majalah
2.      Surat kabar
3.      Laporan tahunan
4.       Jurnal ilmiah
5.       Prosiding
6.      Annual
7.      Pammplet
8.      Bulletin dan
9.      Monografi berseri.

Menurut Somadikarta pengolahan bahan pustaka meliputi tata kerja rutin dan teknis. Pengolahan dimulai pada waktu perpustakaan memesan / menerima bahan pustaka sampai pada tahap penyiapanya untuk melayani para pengguna perpustakaan. Oleh karena itu proses pekerjaan pemesanan dengan segala langkahnya disebut juga proses prakatalogan.

B.     Pengatalogan Terbitan Berseri

Dalam sejarah kepustakawanan, Katalogisasi atau pengkatalogan merupakan keterampilan yang sudah berusia berabad-abad. Ketika pertama kali dibuat, katalog berfungsi sebagai sanarai inventaris. Pembuatan katalog pada perpustakaan purba tergantung pada praktek dan kebiasaan masing-masing perpustakaan, maka katalog pada waktu itu tidak ada keseragaman antar katalog perpustakaan.[2]
Katalog adalah daftar atau susunan data, baik secara manual maupun elektronis mengenai buku-buku atau bahan pustaka lainnya yang dimiliki oleh perpustakaan. Katalog dibuat melalui proses katalogisasi yaitu kegiatan membuat entri dalam katalog, menyusun deskripsi bibliografi dan membuat jejakan kartu katalog, serta pencantuman nomor panggil
proses pengatalogan yang terdiri dari pengatalogan deskriptif dan pengatalogan subjek yang dikenal dengan proses pengindeksan. Proses pengatalogan adalah kegiatan merekam data bibliografis dan data fisik penting lainnya untuk mengenali suatu bahan pustaka. Dalam kegiatan ini pula ditentukan titik-titik pendekatan melalui tajuk entri dan bentuk tajuk. Pengatalogan subjek merupakan kegiatan yang menghasilkan deskripsi indeks yang menunjukkan isi atau subjek bahan pustaka. Setelah melalui proses pengatalogan ,proses selanjutnya adalah proses pascakatalogan yang meliputi tugas-tugas rutin untuk melengkapi fisik bahan pustaka yang siap dilayankan.
Adapun fungsi katalog Terbitan Berseri adalah :
1.      Sebagai alat untuk menemukan kembali Terbitan Berseri
2.      Sebagai alat untuk menunjukkan Judul / Subjek apa saja yang dimiliki perpustakaan
3.      Sebagai alat untuk menunjukkan dimana terbitan berseri tersebut disimpan
Sedangkan fungsi dari pembuatan katalog perpustakaan pada umumnya
adalah:
a.        Sebagai alat pengumpul atau “assembling list”, yang fungsinya mencatat,
mendaftar atau mengumpulkan setiap koleksi yang ada di perpustakaan dibawah entri-entrinya
b.       Sebagai alat pencari atau penelusur (“finding list”), yang membimbing pemakai
untuk mencari dan menelusuri koleksi yang dicari dibawah entri-entri dari koleksi atau karya tersebut.
c.       Sumber yang memberikan alternatif pilihan karya .
d.      Memberikan petunjuk dimana buku disusun dalan rak
e.       Sumber penyusunan bibliografis

Dari tujuan dan fungsi inilah nampak betapa pentingnya catalog perpustakaan,karena katalog merupakan kunci bagi koleksi suatu perpustakaan.[3]

Berdasarkan jenisnya katalog dapat dibedakan atas 3 jenis yaitu :
a. Katalog pengarang
Yaitu katalog yang disusun berdasarkan abjad nama pengarang, baik itu pengarang perorangan, karya bersama, karya badan korporasi ataupun karya yang ditajukkan pada judul seragam.
b. Katalog judul
Yaitu katalog yang disusun berdasar abjad judul dari semua bahan perpustakaan yang dimiliki.
c. Katalog subjek
Katalog subjek dalam penyusunannya dapat dibedakan atas 2 jenis, yaitu 1). Katalog subjek yang disusun berdasarkan abjad judul untuk subjek yang 3 dinyatakan dalam bentuk istilah (verbal) dan 2). Katalog subjek yang disusun berdasarkan urutan nomor klasifikasi (subjek dalam bentuk non verbal) sesuai dengan pedoman bagan klasifikasi yang digunakan.
Bentuk Katalog dibedakan menjadi :
a.        Katalog Kartu (card catalog)

Katalog Kartu sudah digunakan lebih dari seratus tahun yang lalu, yang hingga sekarang pun masih banyak perpustakaan yang menggunakan katalog jenis ini. Katalog bentuk kartu berukuran 7,5 x 12,5 cm. Setiap entri (pengarang, judul, dan subjek) ditulis pada satu kartu. Kartu kemudian dijajarkan dalam laci catalog.
b.      Katalog Berkas (Sheaf Catalog)

Merupakan kumpulan kertas/ kartu berupa lembaran berukuran 7,5 x 12,5 cm. atau 10 x 15 cm. Masing-masing lembar berisi data katalog. Pada bagian kiri diberi lubang. Kemudian diikat atau dijilid. Pada bagian depan dan belakang diberi karton tebal berfungsi sebagai pelindung. Setiap berkas dapat memuat antara 500 hingga 600 lembar. Berkas yang sudah terjilid kemudian disusun menurut nomor berkas.
c.       Katalog OPAC (Online Public Access Catalog)

Dengan semakin pesatnya kemajuan di bidang teknologi informasi terutama dalam penggunaan komputer dan telekomunikasi berdampak terhadap perkembangan bentuk katalog di perpustakaan. Banyak perpustakaan yang telah memanfaatkan kemajuan teknologi informasi tersebut dalam kegiatan pembuatan katalognya. Yaitu dengan menerapkan sistem otomasi perpustakaan, yang salah satu kegiatannya adalah pembuatan katalog secara online.
Setiap majalah maupun terbitan berkala lainnya yang diterima oleh perpustakaan perlu dibuatkan daftar / katalog. Katalog ini dapat berbentuk buku / printed katalog maupun kartu/card katalog. Katalog tersebut sangat berguna bagi pencarian informasi terutama pengenalan judul dan nomor-nomor yang dimiliki oleh suatu perpustakaan. Untuk membuat deskripsi bibliografi katalog terbitan berseri, perpustakaan memerlukan sumber informasi pengatalogan. Sumber informasi tersebut antara lain[4]:
1.      Halaman Judul
Alih bahasa dari istilah title page merupakan sumber informasi utama terbitan berseri.
Halaman judul adalah lembaran yang terbit bersamaan dengan nomer terakhir dari suatu volume terbitan tersebut.
2.      Cover
Adalah bagian muka terbitan berseri. Digunakan sebagai sumber informasi bila terbitan tersebut tidak memiliki halaman judul.
3.      Caption
Adalah judul utama (headline) awal teks atau chapter dari sebuah buku atau majalah.
4.      Masthead
Pernyataan dari judul, kepemilikan, editor dari surat kabar atau majalah. Masthead dapat ditemukan pada halaman editorial atau pada bagian atas halaman satu, untuk majalah dapat dilihat pada halaman isi.
5.      Halaman Editorial
Adalah halaman yang menggandung informasi bibliografis terbitan tersebut, mencakup informasi judul, kepemilikan, penerbit, tim editor, frekuensi terbit.
6.      Kolofon
Adalah sebuah pernyataan yang terdapat pada halaman akhir sebuah terbitan yang memberikan informasi bibliografis tentang salah satu atau lebih informasi yaitu judul, pengarang, penerbit, pencetak, tahun penerbitan atau tahun pencetakan dan informasi lainnya.


C.    Deskripsi bibliografi Terbitan Berseri
Kegiatan deskripsi bibliografis adalah suatu kegiatan yang mencatat data-data dari suatu bahan perpustakaan mulai dari judul, pengarang, tempat terbit , penerbit, deskripsi fisik dari bahan tersebut sampai ke nomor standar bahan perpustakaan. Pencatatan kegiatan tersebut disesuaikan dengan peraturan ISBD (International Standard Bibliografis Description) dengan susunan entri-entri katalog berdasarkan AACR2 (Anglo American Cataloguing Rules Ed rev. 2).
Deskripsi menurut International Standard Bibliographic Description (ISBD) membahas karakteristik bibliografi berdasarkan ciri fisik bahan perpustakaan yang sedang diolah, diantaranya adalah :
a. ISBD (M) untuk bahan buku (Monograf)
b. ISBD (S) untuk terbitan berseri (Serials)
c. ISBD (CM) untuk bahan kartografis (Cartographic Materials)
d. ISBD (NBM) untuk bahan nonbuku (Non Book Materials) [5]

            Dalam melakukan pengatalogan terbitan berseri ada beberapa informasi yang perlu dicantumkan pada deskripsinya katalog yaitu:
            Kedelapan (8) daerah atau area tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Judul dan pernyataan pertanggung jawaban
a.       Judul biasa
b.      Judul pararel
c.        Informasi judul lain (judul tambahan, anak judul, dsb).

2.      Edisi
a.       Edisi dipisahkan dengan tanda “.—” contoh: Jurnal Perpustakaan .– ed. indonesia
b.      Jika edisi terdapat dalam dua bahasa atau lebih ditulis dengan dipisahkan tanda = contoh: Canadian ed. = Ed. canadienne
c.       Ingat: pernyataan volume,nomor dan sejenisnya tidak dimasukkan di dalam kategori edisi.
3.      Daerah Penomoran
a.       Tahun pertama terbit, volume, dan atau no pertama
b.      Majalah Demografi Indonesia. - -Th, no.1 (Juni 1974)-
c.       Daerah penomoran ditulis setelah tanda “.—” contoh: .– Vol. I, No. 1, 2009
d.      Jika terdapat keterangan kronologis maka ditulis sesuai yang tercantum. Contoh: Vol. I, No. 1 (1 Januari- 1 Maret 2009)
e.       Jika terdapat keterangan bulan/tahun dalam tahun hijriah atau yang lainnya, maka tahun dituliskan dalam tanda kurung dikuti tahun masehi dalam tanda kurung siku. Contoh: Vol. I, No. 1 (Rajab 1425 H [Juli 2004])
f.       JIka terbitan berseri berhenti terbit, maka keterangan berhenti terbit tersebut ditulis pada bagian akhir daerah penomoran. Contoh: Vol. 3, No. 1 (Nov. 2008) – Vol. 5, No. 3 (Maret 2009)
g.      Jika terbitan tersebut mengalami pergantian sistem penomoran, maka dicatat sistem penomoran nama diikuti akhir penomoran lama dilanjutkan dengan sistem penomoran baru. Contoh: Vol. 3, No. 1 (Nov. 2008) – Vol. 5, No. 3 (Maret 209) ; No. 1 (April 2009)
4.      Daerah impresum/ Penerbitan
a.       Impresum diisi dengan tempat terbit, penerbit dan tahun terbit. Contoh : Pekanbaru : Maju Mundur, 2009
b.      Jika salah satu unsur tidak diketahui maka ditulis: [s.l.] untuk tempat terbit, [s.n.] untuk penerbit, dan [….] untuk tahun terbit. Contoh: Pekanbaru : [s.n.] 2009
c.       Jika terdapat perubahan atau permberhentian penerbitan maka tahun pertama terbit dan terakhir terbit dituliskan. Contoh: Pekanbaru : Maju Mundur, 2006-2009.
5.       Deskripsi fisik
a.       Luasnya bahan (berikan kterangan jil, untuk terbitan berseri telah terhenti atau sudah lengkap berikan jumlah kelengkapan jilidnya.
b.      Keterangan ilustrasi
c.       Ukuran
d.      Bahan penyerta
e.       ex: jil.: ilus. Berwarna.; 25 cm. + 3 peta
f.       32 jil.: ilus.; 28 cm
g.      Daerah yang dicatat di sini meliputi jumlah jilid, ilustrasi dan ukuran terbitan. Contoh: Jil. : ilus. ; 25 cm (jika masih terbit), 20 Jil. : ilus. ; 25 cm (untuk yang sudah tidak terbit lagi)
h.      Jika terdapat tambahan bahan yang dilampirkan secara teratur maka dicatat pada daerah ini. Tetapi jika tambahan tersebut tidak teratur hanya dicatat pada daerah catatan. Contoh : Jil.: ilus. ; 25 cm. + CD
6.     Daerah Seri
a.       Daerah seri dituliskan dalam tanda kurung. Contoh : Jil.: ilus.; 25 cm (seri kelautan)
7.     Catatan
a.       Buatkan catatan frekuensi dari terbitan
b.      Berisi catatan-catatan tambahan yang diperlukan seperti kala terbit, keterangan editor, bahasa, keterangan lanjutan penerbitan, dll.


8.      Nomor standar dan kepemilikan
a.       Untuk nomor standar ditulis pada paragraf tersendiri: ISSN : 0126-8776
b.      Untuk kepemilikan diisi dengan terbitan yang dimiliki oleh perpustakaan.
Untuk lebih jelas, Tanda baca pemisah untuk setiap unsur deskripsi adalah
sebagai berikut :

No
Daerah
TANDA BACA
UNSUR

1.

Judul &
penanggung jawab
=
:
/
;
Judul parallel
Sub judul
Penanggung jawab
penanggung jawab yang berbeda kedudukannya

2.

Edisi
. –
/
;
Keterangan edisi
Penanggung jawab pertama berkaitan dengan edisi
Penanggung jawab kedua

3.

Data Khusus
.--
Hanya digunakan untuk bahan kartografi, serial, musik, file computer dan bentuk mikro

4.

Penerbitan dan distribusi
. –
:
,
Tempat terbit
Penerbit
Tahun penerbitan

5.

Deskripsi fisik
:
,
+
Jumlah hlm. atau jumlah jilid
Ilustrasi
Ukuran
Keterangan bahan terlampir

6.

Seri
. --
Seri

7.

Catatan

Judul asli
Bibliografi
Indeks
Tesis, dll.

8.


Nomor standar


ISSN

Contoh Katalog Terbitan Berseri[6]

Media Pustakawan/ UPT Perpustakaan Universitas Gadjah Mada.—Vol. I,No.I
        (1980).—Yogyakarta : UPT Perpustakaan UGM, 1980.
        Jild.: III. ; 25 cm.
        Terbit 4 kali/tahun.
        ISSN : 0126-8776
       Perpustakaan punya : Tahun 1991 Vol. I No/bulan I/I ( Januari-April ).







BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Terbitan berseri adalah suatu publikasi yang direncanakan untuk diterbitkan secara terus  menerus dengan jangka waktu terbit yang tidak tertentu. Adapun Bibliografi untuk Terbitan Berseri adalah :
1.      Judul dan pernyataan pertanggung jawaban
2.      Edisi
3.      Daerah Penomoran
4.      Daerah impresum/ Penerbitan
5.      Deskripsi fisik
6.      Daerah Seri
7.      Catatan
8.      Nomor standar dan kepemilikan
Katalog adalah daftar atau susunan data, baik secara manual maupun elektronis mengenai buku-buku atau bahan pustaka lainnya yang dimiliki oleh perpustakaan. Katalog dibuat melalui proses katalogisasi yaitu kegiatan membuat entri dalam katalog, menyusun deskripsi bibliografi dan membuat jejakan kartu katalog, serta pencantuman nomor panggil
Bentuk Katalog dibedakan menjadi :
a.        Katalog Kartu (card catalog)
b.      Katalog Berkas (Sheaf Catalog)
c.        Katalog OPAC (Online Public Access Catalog)





DAFTAR PUSTAKA
Listariona-katalogisasi bahan perpus-pdf
Sulistyo-Basuki,pengantar Ilmu perpustakaan,Gramedia pustaka utama, jakarta, 1993.








                [2] Sulistyo-Basuki,                pengantar Ilmu perpustakaan,Gramedia pustaka utama, jakarta, 1993.( hal 315)
[3] Listariona-katalogisasi bahan perpus-pdf
[5] http://pusbangkol.perpusnas.go.id/files/Katalogisasi.pdf
[6] http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/27024/1/Lili%20Sudria%20Wenny.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar